Fakta & Opini Seputar Ujian Nasional 2013

Diposting oleh Si Kembar pada 21:52, 19-Apr-13

Di: Dunia Sekolah

Fakta & Opini Seputar Ujian Nasional 2013

 

 

Ujian Nasional tahun ini khususnya untuk tingkat SMU/sederajat dipenuhi banyak masalah. Masalah yang paling menonjol adalah masalah keterlambatan pengiriman soal yang mengakibatkan 11 provinsi di wilayah Indonesia tengah tidak dapat mengikuti UN sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tetapi Alhamdulillah, di tempat saya mengikuti UN (di Papua Barat) tidak ada masalah yang cukup berarti, mulai dari hari pertama hingga hari terakhir melaksanakan UN. Nah, kali ini saya akan mencoba membahas masalah ini dari sudut pandang saya sebagai pelajar yang ikut terlibat sebagai ‘subyek’ dari UN itu sendiri.

Dengan banyaknya masalah UN yang muncul di tahun ini, banyak pihak yang meminta agar UN segera dihapuskan. Namun tampaknya pemerintah tetap bersikeras untuk tetap akan melaksanakannya dan hanya meminta agar UN dibenahi. Padahal jelas-jelas banyak masalah lama yang belum bisa dibenahi. Namun tentu saja ada alasan bagi pemerintah untuk mempertahankannya, mungkin karena fungsi dari UN itu, yaitu:

1. Ujian Nasional sebagai fungsi evaluasi atau pemetaan,

2. Ujian Nasional sebagai fungsi ukuran kelulusan,

3. Ujian Nasional sebagai seleksi masuk Perguruan Tinggi (untuk SMA).

Ada beberapa pihak yang mengemukakan argumen untuk menyanggah alasan diatas, yaitu sebagai berikut :

1. Ujian Nasional sebagai fungsi evaluasi atau pemetaan,

UN dapat digunakan sebagai fungsi evaluasi pendidikan di Indonesia. Fungsi ini adalah fungsi diagnostik. Seharusnya hal ini tidak dilakukan pada tahap akhir pendidikan. Kapan perbaikan dilakukan jika itu hanya dilakukan pada akhir pendidikan? Hal lain adalah sebagai fungsi pemetaan, data tidak harus diambil dari semua siswa. (Tidak ada statistik yang sampelnya 100%) Proses pemetaan ini juga tidak harus dilakukan setiap tahun. Setelah ada evaluasi, dilakukan program perbaikan, kemudian baru dievaluasi lagi. Selain hal di atas, UN sebagai fungsi evaluasi masih layak untuk tetap dilakukan.

2. Ujian Nasional sebagai fungsi ukuran kelulusan,

Nah ini yang kurang pas. Anak-anak yang di daerah dan memiliki fasilitas pendidikan terbatas tidak dapat disamakan dengan anak-anak di kota besar yang memiliki fasilitas sekolah sangat baik.

3. Ujian Nasional sebagai seleksi masuk Perguruan Tinggi (untuk SMA).

Fungsi seleksi (masuk ke perguruan tinggi). Fungsi ini lagi-lagi berbeda. Masing- masing fakultas / jurusan / prodi membutuhkan mahasiswa dengan bahan baku yang berbeda. Calon mahasiswa Kedokteran tentu saja berbeda dengan calon mahasiswa jurusan Matematika. Maka sudah jelas fungsi UN tidak dapat digunakan. (Fungsi UN adalah sebagai pemetaan.) Proses seleksi (filtering) yang salah ini akan menyebabkan perguruan tinggi kesulitan dalam mendidik mahasiswanya. Yang disalahkan adalah perguruan tingginya. Untuk penerimaan mahasiswa, perguruan tinggi seharusnya melakukan ujian sendiri. Bukan UN. (Mengenai bahwa beberapa perguruan tinggi bersatu untuk membuat ujian bersama, itu hal lain.) Maka dari itu, fungsi seleksi masuk perguruan tinggi sangat tidak cocok bagi UN dan harus ditentang.

 

Selain itu, ada juga yang memberikan alasan yang menurut saya sangat logis yaitu yang menyatakan bahwa pembelajaran di kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA terutama semester 2 hanyalah latihan-latihan soal dengan tujuan jangka pendek, yaitu lulus UN.Apakah kita akan dibekali untuk hidup di masyarakat hanya dengan sekedar kemampuan menghafalkan materi ujian dan mengerjakan soal-soal. Orang tua, kepala sekolah, kepala dinas, bupati, dan gubernur bangga jika siswa mendapat nilai UN tinggi dan lulus 100%, padahal betapa guru dan anak-anak sampai stress untuk menyiapkan UN. Selain itu, adanya dana besar untuk proyek UN menjadikan UN layak terus dilaksanakan karena akan menyejahterakan: menteri, kepala dinas, panitia UN, pengawas indipenden dari universitas, pembuat soal, dan rekanan percetakan.

Kalau kami sebagai siswa dilema juga dengan adanya UN ini. Di suatu sisi, UN ini memberikan beban yang berat baik psikologis, materi, fisik dan juga mental. Tetapi di sisi lain, UN ini juga memberikan beberapa dampak positif (khususnya saya), yaitu saya yang awalnya menjadi lebih giat belajar dan termotivasi dibandingkan jika seperti menghadapi ujian semester. Tetapi dengan jujur saya merasa lebih terbebani dan akibat dari UN ini turut mempengaruhi keseharian kami sebagai pelajar.

 

Selain opini-opini mengenai kontroversi UN diatas,  ada beberapa fakta-fakta dibalik pelaksanaan UN 2013 (SMA khususnya), yaitu:

·         Kualitas LJU yang buruk. Lembar jawaban ujian pada tahun ini sangat tipis disbanding tahun sebelumnya. Bahkan jika menghapus, angka/huruf pada LJU juga ikut terhapus.

·         Ada 11 Propinsi di wilayah Indonesia Tengah yang menunda pelaksanaan UN pada hari ini. hal ini disebabkan oleh terlambatnya distribusi soal dan lembar jawaban dari percetakan pemenang tender.

·         Ada 20 paket ujian dalam satu ruangan dan tiap paket diberi barcode.

·         Pada UN kejar paket C terdapat seorang kakek berusia 69 tahun bernama Abdullah Sani mengikuti Ujian kejar paket C di Perguruan Al-Muhajirin, Depok, Jawa Barat. Bahkan bila dapat lulus dalam ujian tahun ini, Kakek Sani berkeinginan untuk melanjutkan ke bangku kuliah.

    

Sebagian besar siswa jurusan IPA mengeluhkan soal mata pelajaran fisika yang dianggap berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan terbilang sangat sulit.

 

Demikianlah fakta-fakta dan opini-opini yang seputar UN 2013 ini. Kita tidak boleh egois menyikapinya, terutama yang berkaitan dengan opini karena pemikiran setiap orang belum tentu sama. Menurut anda, apakah UN masih perlu dilaksanakan? J

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

5 tanggapan untuk "Fakta & Opini Seputar Ujian Nasional 2013"

rEtRy99 pada 14:39, 20-Apr-13

pertamax sob
Ane udh lu2s jd nimbrung ja ya sob heehee

Si Kembar pada 18:09, 20-Apr-13

@rEtRy99,
oke, smile do'akan ya biar saya lulus tahun ini dengan hasil yang baik...

The Kancut Kidz pada 03:06, 21-Apr-13

Kunjungan malam min,,,,,maaf baru bisa mampir n corat-coret pasca MWB error,,, g bisa lama2 ni min, banyak yang antri
......._........................ _...............
.......( (|.BLOG nya Mimin|) )
...__\..\.♏ªªn†ª.../../__
.(___)..\.......... ♚.........../..(___)
(____) _).....o(._.)___(_ (___)
.(___)....)‾‾‾ ( .. )‾‾‾(....(____)
..(___)_/....._//'\\_..... (____)

SimonS Blog pada 21:45, 22-Apr-13

Ya perlulah. Kan sebagai standarisasi nilai.

Novya kristyawati pada 10:38, 11-Mar-14

Yg jelas waktu ujian jngn keseringen liatin pengawasnya,, takutnya jd keGRan,,ntar dikira km naksir beliau loch biggrin

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar