Makanan Khas Papua : Papeda dan Sagu Lempeng

Diposting oleh Anonim pada 04:39, 30-Jun-12

Di: Info Unik , Papua

Assalamu'alaikum.

Kali ini kami akan sedikit membahas dua kuliner khas dari Indonesia Timur khususnya Daerah Papua yaitu Papeda dan Sagu Lempeng. Sebenarnya di Papua masih memiliki banyak makanan khas seperti Siput Felle, Sayur Lilin Bunga Pepaya, Sate Ulat Sagu, Keladi Tumbuk, Petatas, Kuah Kuning Sambal Colo-Colo dan masih banyak lagi. Namun, yang paling unik dan khas serta menjadi primadona bagi biasanya adalah Papeda dan Sagu Lempeng.




Papeda atau bubur sagu merupakan makanan pokok masyarakat Papua dan Maluku. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua. Papeda dimakan bersama kuah ikan kuning (ikan yang dimasak, dengan kuah yang berwarna kuning dari kunyit). Sebetulnya yang membuat sedap adalah kuah ikannya, karena Papeda sendiri sebagaimana halnya pengganti nasi, dimakan bersama lauknya. Cara mengambil Papeda menggunakan sumpit, sendok atau garpu yang dipegang oleh kedua tangan, diputar dengan cepat sehingga menyerupai gulungan, terputus dari Papeda yang ada dimangkok, kemudian dituang dalam piring, serta diberi kuah ikan kuning. Bagi orang yang sudah terbiasa, cara memakannya sebagaimana orang memakan bubur ayam, bisa langsung diseruput. Namun bagi orang luar Maluku dan Papua, disarankan agar mengambil Papeda sedikit saja, langsung diberi kuah ikan kuning, didorong dan langsung ditelan tanpa dikunyah.

Papeda dibuat dari tepung sagu, tepung sagu sendiri dibuat dengan cara menekok batang pohon sagu atau rumbai. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara 3-5 tahun. Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan didalam alat yang disebut tumang.




Sagu adalah salah satu makanan asli khas Papua dan Maluku yang memiliki tekstur yang kenyal-kenyal jika sudah dimasak. Banyak sekali makanan yang bisa dihasilkan dari tepung sagu. Mulai dari bagea, sinoli (karu-karu), sagu mutiara, dan sagu lempeng. Sinoli terbuat dari tepung sagu segar yang
diremas-remas, kemudian disangrai sehingga berbentuk butiran atau gumpalan tak beraturan. Nah, kalau yang ini tepung sagu diolah menjadi sagu lempeng. Sagu lempeng adalah salah satu jenis makanan yang proses pemasakannya dengan cara dibakar di dalam cetakan yang terbuat dari batu atau tanah liat yang disebut dengan forna.
Sehingga menghasilkan lempengan sagu berwarna kecokelatan.
Tapi kini sagu lempeng tidak hanya berwarna kecokelatan saja, tapi ada juga yang berwarna merah muda agar tampilannya lebih menarik. Sagu lempeng biasanya dimakan sebagai camilan ringan bersama dengan kopi atau pun teh. Rasanya agak sedikit keras, namun bisa menjadi agak lunak jika dicelupkan di kopi atau teh.

Sumber Artikel : Sruput-Ist.Blogspot.com

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

5 tanggapan untuk "Makanan Khas Papua : Papeda dan Sagu Lempeng"

Andrey Java™ pada 07:04, 30-Jun-12

pertamax sob ....kunbal.

Dicky Perdana pada 08:13, 30-Jun-12

hadir sob kunjungan pagi nih.. wah dari papua, mantab infonya sob.. biggrin

Arie Wibowo pada 08:31, 30-Jun-12

Papeda papua emang mantap brurr rasanya,jadi ketagihan ni inyong

Si Kembar² (Didy & Dody) pada 09:14, 30-Jun-12

Andrey Java™ : oke...
Dicky Perdana : iya nih.....
Arie Wibowo : udah pernah coba rupanya... ;p

Agunk putra pada 09:35, 10-Jul-12

Mz bro bs tolong infokan gmn cara dapetin sagu asli papua yg msh wujud tepung & yg sdh jd lempeng, tanpa aq harus brangkat ke papua,mungkin ada cp yg bs dihub agar bs kirim sagu ke surabaya,bs email ke mpcom_marketing@yahoo.com, mkasi banyak

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar